
Jakarta (BLAJ) – Perpustakaan Balai Litbang Agama (BLA) Jakarta terus berbenah untuk menjaga mutu layanan setelah meraih Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional pada 2025. Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta di BLA Jakarta, Selasa (21/7), sebagai bagian dari optimalisasi pengelolaan perpustakaan sekaligus penjajakan kolaborasi dalam pengembangan layanan dan digitalisasi koleksi.
Kepala BLA Jakarta Irhason mengatakan, monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan standar pengelolaan perpustakaan tetap terjaga. Selain mempertahankan capaian akreditasi, BLA Jakarta juga menyiapkan sejumlah langkah pengembangan, di antaranya rencana mengintegrasikan sekitar 200–300 naskah kuno ke dalam sistem otomasi perpustakaan SLiMS, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna.
"Menjaga itu lebih sulit daripada mencapai. Capaian Akreditasi A harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan," ujarnya.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran menjadi tantangan dalam pengembangan perpustakaan. Karena itu, kolaborasi dengan Dispusip DKI Jakarta, pemerintah daerah, hingga berbagai mitra lainnya menjadi strategi untuk mendukung pengembangan koleksi, digitalisasi naskah kuno, pelestarian koleksi, serta penyelenggaraan program literasi.
"Perpustakaan tidak bisa berkembang sendiri, kolaborasi bisa membuka lebih banyak peluang," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Subkel Perpustakaan Dispusip DKI Jakarta Arif Fadillah mengingatkan bahwa Perpustakaan Nasional dapat melakukan surveillance sewaktu-waktu dalam kurun satu tahun setelah penetapan akreditasi.